Selasa, 30 Oktober 2012

Nasihat dan Peringatan

      Wahai engkau yang menyia-nyiakan kewajiban yang paling penting dan yang paling besar, yang mendurhakai orangtua dan yang melupakan perintah agama, ketahuilah bahwa birul-walidai (berbakti kepada orang tua) merupan hutang yang harus engkau bayar. Tetapi, engkau telah mengabaikan semuanya karena engkau mengikuti hawa nafsu. Engkau mengira dengan perbuatanmu engkau dapat meraih surga, padahal surga itu berada di telapak kaki ibu. Dialah yang telah menanggung derita dengan mengandung dirimu selama sembilan bulan. Dia telah bersusah payah menanggung kelelahan saat melahirkanmu. Dengan air susunya dia telah membesarkanmu. Dia telah mengusir rasa kantuk demi dirimu. Tangan lembutnya telah menyingkirkan sesuatu yang akan menyakiti dan mengganggu dirimu. Dia rela menahan lapar asalkan dirimu dapat makan. Kamarnya telah diubah menjadi tempat tidur khusus mu. Jika engkau menangis karena sesuatu atau engkau tertimpa penyakit, dia limpahkan samudera kasih sayang walaupun dia harus menanggung kesedihan yang berlarut-larut. Dia keluarkan uang untuk membiayai pengobatan mu jika engkau sakit hingga engkau sehat.
      Wahai engkau yang mendurhakai orang tua mu, jika ibumu diminta memilih siapa yang mati diantara engkau dan dirinya, dengan lantang dia akan mengatakan :”Engkau harus hidup!” Dia akan membiarkan dirinya mati. Namun engkau selalu memperlakukan ibumu dengan buruk, sementara dia senantiasa menghadapimu dengan lemah lembut. Dia selalu memanjatkan doa agar engkau dianugerahi taufik dan petunjuk oleh Allah. Namun, ketika dia telah renta dan lemah, ternyata engkau menjadikannya sebagai barang yang tidak berharga sama sekali. Engkau terlantarkan dia sehingga dia mati kelaparan, sementara engkau kekenyangan. Engkau biarkan kerongkongan ibumu kering, sementara engkau tidak pernah kehausan. Engkau utamakan anak dan istrimu menikmati kebaikan dan pemberianmu, sementara ibumu tidakkau pedulikan. Engkau curahi anak dan istrimu dengan melimpahkan perhatian, sementara ibumu engkau biarkan. Kemudahan bagi ibumu engkau persulit. Engkau mengira bahwa ibumu akan hidup lama,padahal usia ibumu tidaklah panjang. Engkau singkirkan ibumu, padahal dia tidak memiliki penolong selain engkau sebagai anaknya.
      Ingatlah,Allah telah melarangmu berkata cis kepada orang tua mu. Allah mencelamu ketika engkau menelantarkan atau tidak memenuhi hak-hak orangtuamu. Didunia engkau akan mendapatkan perlakuan serupa dari anak-anakmu sebagai balasan atas sikap durhakamu terhadap orang tuamu. Di akhirat engkau akan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘Alamin. Allah akan menyerumu dengan seruan yang berisi celaan dan ancaman :”Yang demikian itu adalah karena ulah tangan mu sendiri ...” dan Allah tidak akan menzalimi hamba-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar