Wahai engkau yang menyia-nyiakan kewajiban yang paling
penting dan yang paling besar, yang mendurhakai orangtua dan yang melupakan
perintah agama, ketahuilah bahwa birul-walidai
(berbakti kepada orang tua) merupan hutang yang harus engkau bayar. Tetapi,
engkau telah mengabaikan semuanya karena engkau mengikuti hawa nafsu. Engkau
mengira dengan perbuatanmu engkau dapat meraih surga, padahal surga itu berada
di telapak kaki ibu. Dialah yang telah menanggung derita dengan mengandung
dirimu selama sembilan bulan. Dia telah bersusah payah menanggung kelelahan
saat melahirkanmu. Dengan air susunya dia telah membesarkanmu. Dia telah
mengusir rasa kantuk demi dirimu. Tangan lembutnya telah menyingkirkan sesuatu
yang akan menyakiti dan mengganggu dirimu. Dia rela menahan lapar asalkan
dirimu dapat makan. Kamarnya telah diubah menjadi tempat tidur khusus mu. Jika
engkau menangis karena sesuatu atau engkau tertimpa penyakit, dia limpahkan
samudera kasih sayang walaupun dia harus menanggung kesedihan yang
berlarut-larut. Dia keluarkan uang untuk membiayai pengobatan mu jika engkau
sakit hingga engkau sehat.
Wahai engkau yang mendurhakai orang tua mu, jika ibumu
diminta memilih siapa yang mati diantara engkau dan dirinya, dengan lantang dia
akan mengatakan :”Engkau harus hidup!” Dia akan membiarkan dirinya mati. Namun
engkau selalu memperlakukan ibumu dengan buruk, sementara dia senantiasa
menghadapimu dengan lemah lembut. Dia selalu memanjatkan doa agar engkau
dianugerahi taufik dan petunjuk oleh Allah. Namun, ketika dia telah renta dan
lemah, ternyata engkau menjadikannya sebagai barang yang tidak berharga sama
sekali. Engkau terlantarkan dia sehingga dia mati kelaparan, sementara engkau
kekenyangan. Engkau biarkan kerongkongan ibumu kering, sementara engkau tidak
pernah kehausan. Engkau utamakan anak dan istrimu menikmati kebaikan dan
pemberianmu, sementara ibumu tidakkau pedulikan. Engkau curahi anak dan istrimu
dengan melimpahkan perhatian, sementara ibumu engkau biarkan. Kemudahan bagi
ibumu engkau persulit. Engkau mengira bahwa ibumu akan hidup lama,padahal usia
ibumu tidaklah panjang. Engkau singkirkan ibumu, padahal dia tidak memiliki
penolong selain engkau sebagai anaknya.
Ingatlah,Allah telah melarangmu berkata cis kepada orang tua
mu. Allah mencelamu ketika engkau menelantarkan atau tidak memenuhi hak-hak
orangtuamu. Didunia engkau akan mendapatkan perlakuan serupa dari anak-anakmu
sebagai balasan atas sikap durhakamu terhadap orang tuamu. Di akhirat engkau
akan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘Alamin. Allah akan menyerumu dengan seruan
yang berisi celaan dan ancaman :”Yang demikian itu adalah karena ulah tangan mu
sendiri ...” dan Allah tidak akan menzalimi hamba-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar